Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-otomatis-menampilkan-link-sumber.html#ixzz2FgJyX6Es

Kamis, 09 Februari 2012

percobaan kertas lakmus menentukkan asam-basa


BAB I : TUJUAN PERCOBAAN

Menguji dan mengelompokkan larutan yang bersifat asam dan larutan yang bersifat basa dari beberapa jenis larutan dengan kertas lakmus.

BAB II : LANDASAN TEORI

Asam merupakan zat yang larutannya berasa asam, sehingga dapat memerahkan kertas lakmus biru. Asam merupakan larutan elektrolit yang dapat terurai dalam air dan memiliki ion positif dan ion negatif. Basa merupakan zat yang larutannya kebalikan dari asam, sehingga dapat membirukan kertas lakmus merah. Jika basa dilarutkan dalam air akan terjadi reaksi ionisasi dan terjadi ion OH- yang membawa sifat basa. Larutan dapat dikatakan bersifat netral apabila direaksikan dengan larutan asam dan larutan basa dalam jumlah yang sama.
Ada larutan bersifat asam seperti larutan asam cuka,  ada bersifat basa  seperti larutan air kapur dan ada bersifat netral seperti larutan garam dapur. Sifat asam ditentukan oleh konsentrasi ion H+  dalam larutan. Sifat  basa ditentukan oleh  ion OH-  dalam larutan. Sedangkan sifat netral  akibat adanya  ion H+  dan ion OH-  dalam keadaan  yang  seimbang. Sifat asam , basa, atau netral  larutan  dapat ditentukan  dengan indikator . Indikator adalah zat yang dapat berubah warna  dalam lingkungan yang berbeda. Contoh indikator adalah kertas lakmus.  Kertas lakmus  ada  berwarna merah dan ada berwarna biru. Lakmus merah berwarna merah  dalam asam dan biru dalam  basa, sedangkan  lakmus biru  berwarna  biru dalam basa  dan merah dalam asam
           
BAB III : ALAT DAN BAHAN
1)      Kertas Lakmus Merah,
2)      Kertas Lakmus Biru,
3)      Gelas,
4)      Pipet Tetes,
5)      Gunting,
6)      Air Ledeng,
7)      Air Sabun,
8)      Air Detergen,
9)      Air Garam,
10)  Air Gula,
11)  Air Jeruk,
12)  Air Tomat,
13)  Air Kapur,
14)  Air Timun,
15)  Air Apel,
16)  Obat Tetes Mata,
17)  Cuka
18)  Bayclin,
19)  Alkohol,
20)  NaCl,
21)  Pasta Gigi,
22)  Air Cabai,
23)  Air Kopi,
24)  Pupuk Hayati,
25)  Molto.
BAB IV :
1.1  PROSEDUR KERJA
1.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan,
2.      Potong kertas lakmus merah dan biru sepanjang 1cm dengan gunting,
3.      Masukkan larutan yang akan diuji kedalam gelas,
4.      Setelah itu masukkan kertas lakmus merah dan biru kedalam gelas secara bergantian,
5.      Amatilah dan catat hasil percobaan.

2.1              HASIL PERCOBAAN
NO
BAHAN
PERUBAHAN WARNA
KETERANGAN
LAKMUS MERAH
LAKMUS BIRU
1
AIR LEDENG
MERAH
BIRU
NETRAL
2
AIR SABUN
BIRU
BIRU
BASA
3
AIR DETERGEN
BIRU
BIRU
BASA
4
AIR GARAM
MERAH
BIRU
NETRAL
5
AIR GULA
MERAH
BIRU
NETRAL
6
AIR JERUK
MERAH
MERAH
ASAM
7
AIR TOMAT
MERAH
MERAH
ASAM
8
AIR KAPUR
BIRU
BIRU
BASA
9
AIR TIMUN
MERAH
MERAH
ASAM
10
AIR APEL
MERAH
MERAH
ASAM
11
OBAT TETES MATA
BIRU
BIRU
BASA
12
ASAM CUKA
MERAH
MERAH
ASAM
13
 BAYCLIN
BIRU
BIRU
BASA
14
ALKOHOL
BIRU
BIRU
BASA
15
NACL
MERAH
BIRU
NETRAL
16
PASTA GIGI
BIRU
BIRU
BASA
17
PUPUK HAYATI
MERAH
MERAH
ASAM
18
AIR CABAI
MERAH
MERAH
ASAM
19
AIR KOPI
MERAH
MERAH
ASAM
20
MOLTO
MERAH
MERAH
ASAM

BAB V : ANALISIS DATA
Berdasarkan data  diperoleh bahwa  asam cuka  dengan  kertas lakmus merah  berwarna  merah dan  lakmus biru berwarna  merah yang berarti  asam cuka  bersifat asam.  Sedangkan  air sabun menunjukkan  bahwa  lakmus merah berwarna biru dan lakmus biru tetap biru,  yang berarti  air sabun bersifat basa. Larutan NaCl  menunjukkan, lakmus merah tetap merah dan lakmus biru tetap biru, yang berarti bahwa  larutan NaCl  bersifat netral.  Sifat asam dari larutan cuka, akibat dari adanya  konsentrasi ion H+  lebih besar  dari ion OH- sehingga kertas lakmus memberikan warna  merah. Sedangkan  munculnya warna biru  pada lakmus akibat  konsentrasi ion OH- lebih besar  dari konsentrasi ion H+ dalam larutan. Namun, bila konsentrasi ion H+ sama dengan konsentrasi ion OH- , larutan akan bersifat  netral sehingga lakmus merah dan biru  tidak mengalami perubahan seperti yang terjadi pada larutan NaCl. Dengan  demikian  kertas lakmus  dapat dipergunakan untuk menguji  sifat asam basa suatu larutan. 

BAB VI : KESIMPULAN
            Untuk menguji asam basa pada larutan dapat digunakan indikator kertas lakmus. Kertas lakmus merah tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru berwarna merah larutan tersebut berarti bersifat asam. Sedangkan kertas lakmus merah akan berwarna biru dan kertas lakmus biru tetap berwarna biru itu berarti larutan tersebut bersifat basa. Larutan akan bersifat netral apabila larutan direaksikan dengan sifat asam basa dalam jumlah sama.



BAB VII : DAFTAR PUSTAKA
1.      Viva Pakarindo.Formatif Kimia, untuk SMK/MAK Kelas XI Semester Gasal.
2.      Tentor Ahli UGM dan UNY.2009.Rumus Sakti, untuk SMA kelas X, XI, XII.
3.      Dedi Permana, S.Pd.1994.Intisari Kimia SMU kelas 1,2 dan 3.
4.      Tim Penyusun dari SMA Tarakanita 2.Laporan Asam Basa.pdf.

1 komentar:

 

WELCOME TO MY BLOG Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates