Source: http://www.amronbadriza.com/2012/10/cara-otomatis-menampilkan-link-sumber.html#ixzz2FgJyX6Es

Rabu, 07 Maret 2012

KOMPOSISI KARAWITAN DAN PENGERTIAN GILAK


BAB I : PENDAHULUAN

1.1  Estetika Karawitan
Estetika berasal dari bahasa Yunani “aisthetika” artinya hal-hal yang dapat ditangkap oleh panca indera. Pengertian estetika sebagai filsafat, hakekatnya telah menempatkan pada satu titik dikotomis antara realitas dan abstraksi, dan juga antara keindahan dan makna.  Estetika tidak lagi menyimak keindahan dalam pengertian konfensional, melainkan telah bergeser kesebuah wacana dan fenomena. Estetika karya seni modern jika dipahami melalui pemahaman filsafat seni yang merujuk pada konsep-konsep keindahan jaman Yunani (abad pertengahan), akan mengalami penciutan atau pembunuhan preseptual, karena estetika bukan hanya simbolisasi dan makna, melainkan juga daya. 
Estetika karawitan dapat kita lihat dari aspek ide yang terkandung didalamnya, bentuk penyajiannya, penampilan yang ditunjukkan, keselarasan dan keserasian bunyinya. Jadi, dapat dikatakan bahwa estetika karawitan sangat penting ada dalam suatu seni karawitan untuk menunjang segala yang ada didalamnya.

2.1  Pengertian Karawitan
Karawitan berasal dari bahasa jawa rawit berarti rumit, berbelit – belit, tetapi rawit juga bararti halus, cantik, berliku-liku, indah dan enak. Kata jawa karawitan khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang bersistem nada nondiatonis ( dalam laras slendro dan pelog ) yang garapan-garapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumental, vokal dan campuran yang indah didengar.

3.1  Macam-Macam Karawitan
             a. Kerawitan vocal adalah music yang mempergunakan suara manusia sebagai sumber bunyi.  
          Contohnya: Sekar Rare , Sekar Alit/ Tembang Macepat , Sekar Madya , dan Sekar Agung.
                        b.  Karawitan instrumental (gamelan) adalah karawitan yang dihasilkan dari beberapa alat/ satu alat.  
                Contohnya: Golongan Tua , Golongan Madya ,dan  Golongan Baru
                       c. Karawitan vocal instrumental adalah karawitan dimana terdapat unsur gabungan antara suara manusia  
               dengan alat musik. Contohnya: Gegitan



BAB II : ISI

1.1  Komposisi Karawitan
Komposisi berasal dai kata "Komponieren" yang digunakan oleh pujangga Jerman yaitu Johann Wolfgang Goethe (1749-1832) untuk menadai cara-cara menggubah (komponier-ern) musik pada abad-abad sebelumnya (abad 15-17), dimana suara atau lagu utama akan diikuti oleh susunan suara-suara lainnya yang dikoordinasikan, ditata, atau dirangkai di bawah lagu utama yang disebut cantus. Komposisi dapat dikatakan sebagai suatu potongan nada atau musik yang dibuat oleh komponis untuk menghasilkan nada atau suara yang indah. Dengan memadukan bentuk musik, harmoni, orkestrasi, nada pengiring, dan segala hal tentang alat musik dan bagaimana menulisnya dengan baik agar menghasilkan suara merdu.
a.  Klasik adalah sebuah karya karawitan baik vocal maupun instrumental yang telah memiliki pakem (suatu aturan dalam karawitan / hukum lagu) atau yang sangat ketat baik menyangkut struktur / jajar pageh maupun pola-pola melody dan ritme. Contohnya : tabuh gilak, tabuh lelambatan, tabuh 3, tabuh 4, tabuh 5, tabuh 6, tabuh 8.
b.   Kreasi adalah karya musik yang masih memegang aturan secara klasik sehingga nuansa tradisinya sangat kental dan tidak terlalu keluar dari kaidah klasik. Contohnya : tabuh kreasi..             
 c.   Modern adalah sebuah karya music yang mencerminkan sebuah peradaban baru yang fenomenanya     
                kekinian dan tidak terlalu terikat oleh kaidah-kaidah tradisi/ klasik. Contohnya : Band , Marcing Band    
                dan Music Dance.
          d.   Kontemporer adalah sebuah karya music yang mengutamakan kebebasan baik menyangkut konsep,  
                teknis, maupun penyajian termasuk pemakaian alat-alat yang notabena bukan tergolong alat musik.
          Contohnya : penggunaan sapu lidi, penggunaan alat-alat dapur (panci), penggunaan botol bekas yang 
          kemudian dikemas dalam bentuk musik yang harmonis dan indah.

2.1  Dasar Keindahan Sebuah Komposisi
a)    Ide merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses kehidupan manusia. Ide yang cemerlang selalu dibutuhkan saat kita sedang mencari solusi dalam memecahkan masalah. Apapun jenis kegiatan, pekerjaan, usaha manusia untuk kelangsungan hidupnya tidak pernah terlepas dengan istilah Ide.
b)   Bentuk merupakan penerapan dari ide yang telah ditentukan dimana terdapat pokok permasalahan dalam karya komposisi serta mencerminkan isi dari karya tersebut.
c)     Penampilan merupakan aspek pendukung dari penyajian sebuah karya seni termasuk karya komposisi dimana keindahannya dapat dirasakan.

3.1  Keindahan Komposisi
Keindahan komposisi suatu gamelan ditentukan oleh :
·   Faktor-faktor komposisi atau struktur dipengaruhi oleh struktur, penonjolan, media, metode dari keempat itu terbentuklah gending.
·       Suara dan laras gamelan, ada (2) laras yang digunakan dalam membuat atau memainkan suatu musik yaitu laras pelog dan laras selendro.
·        Tata cara menyuarakan gamelan.
·         Keterampilan pemain.
·         Penjiwaan pemain gending.
·         Pengaturan ornamen-ornamen.

·         Kekompakan dan keharmonisan.

4.1  Pengertian Gilak 
Gilak adalah suatu komposisi yang memiliki ukuran lagu pendek yang terdiri atas 8-32 ketukan dalam suatu gong atau satu putararan melody. Dalam membuat komposisi gilak yang terdiri dari lebih dari satu baris yang biasanya 4 baris diusahakan memiliki motif yang berbeda.


BAB III : PENUTUP

KESIMPULAN :
Dapat dikatakan bahwa estetika karawitan sangat penting ada dalam suatu seni karawitan untuk menunjang segala yang ada didalamnya. Karawitan adalah seni music tradisi yang mempergunakan suara manusia dan alat music sebagai sumber bunyinya. Komposisi karawitan dapat dikatakan sebagai suatu potongan nada atau musik yang dibuat oleh komponis untuk menghasilkan nada atau suara yang indah. Dengan memadukan bentuk musik, harmoni, orkestrasi, nada pengiring, dan segala hal tentang alat musik dan bagaimana menulisnya dengan baik agar menghasilkan suara merdu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

WELCOME TO MY BLOG Copyright © 2011 | Template design by O Pregador | Powered by Blogger Templates