Rabu, 04 Juli 2012
Selasa, 10 April 2012
CONTOH DRAMA KOMUNIKASI TERAPEUTIK
4/10/2012 07:24:00 PM
Unknown
DRAMA KOMUNIKASI TERAPEUTIK
Suatu hari di Jln. Baypass terjadi
kecelakaan, seorang gadis yang mengendarai sepeda motor menabrak tiang pembatas
jalan. Gadis itu mengalami luka pada daerah tangan dan kakinya dan ia langsung
dilarikan ke Rumah Sakit sambil meraung-raung kesakitan.
Pasien : aduh....aduh sakit sekali.
Perawat : sabar... ya mbak. Sakitnya hanya
sebentar nanti setelah diobati
pasti sakitnya
hilang.
Selang beberapa menit kemudian,
keluarga gadis itu datang dengan wajah yang cemas dan tegang.
Eka :
dedi dimana Arin...?
Dedi : m.... nggak tahu aku juga.
Coba kita cari di ruang UGD mungkin
dia disana.
Sesampainya
di ruang UGD, Eka dan Dedi melihat Arin yang masih meraung-raung kesakitan,
lalu mereka menghampiri Arin.
Eka :
Arin....gimana keadaanmu? Apanya yang sakit dan luka?
Arin : Aduh...semua badanku terasa sakit dari tangan,
siku, lutut, kaki...
aduh sakit sekali.
Perawat : tolong ya mas-mas ini tunggu diluar biar kami bisa
mengobati
pasien
dengan cepat.
Eka
& Dedi : Baiklah sus.....
Setelah Arin, selesai diobati ia
dipindahkan ke ruangan perawatan. Setelah tiga hari kemudian perawat datang ke
ruangan Arin dirawat untuk mengganti balutan lukanya.
Perawat : Selamat siang mbak, saya perawat Ayu akan mengganti
balutan
lukanya mbak. Oh ya mbak gimana rasanya setelah beberapa hari
dirawat
disini?
Arin : Rasanya nyaman kok... udah agak mendingan rasa
sakitnya, tapi
saya pingin
cepet pulang soalnya udah kangen sama papa &
mama.
Eka :
Iya nih sus... kapan adik saya bisa pulang? Soalnya biayanya
tidak mendukung nih.... udah kere gitu deh...
perawat :
Kalau soal itu tergantung dari kesembuhan adiknya mas......
baiklah mbak saya akan mulai mengganti
balutan lukanya mbak.
Arin :
Nggak sakit kan sus... ih aku takut....
Dedi :
Udah...udah nggak apa-apa kok.
Eka :
kok pakai diganti segala balutannya? Biarin aja je sus kan nggak
usah repot-repot jadinya.
Perawat : Tujuan dari penggantian balutan
luka untuk mencegah terjadinya
Infeksi serta memberikan rasa nyaman pada
adik mas.
Dedi : oh...begitu toh...hahaha aku
baru tahu nih
Perawat kemudian melakukan prosedur
pelaksanaan penggantian balutan luka sambil menjelaskan langkah demi langkah
kepada pasien.
Perawat : Mbak balutan luka mbak akan dibuka
terus dibersihkan setelah itu
Diberi betadine dan ditutup kembali dengan
has kemudian
diplester.
Arin : Udah selesai ya sus... aduh udah bosen nih.....
Perawat : Udah...udah selesai kok mbak
perawatannya. Jadi mbak bisa
istirahat.
Eka :
Kok cepet banget sih..... kayak kilat
Dedi :
Iya nih kayak kilat... cepet banget....
Perawat :
Baiklah mas dan mbak perawatan lukanya telah selesai. Jadi
mbak bisa istirahat agar lekas sembuh.
Setelah
perawatan selesai, perawat meninggalkan ruangan itu dan drama kami pun
berakhir. Terima kasih atas perhatiannya.
Rabu, 07 Maret 2012
KOMPOSISI KARAWITAN DAN PENGERTIAN GILAK
3/07/2012 04:09:00 AM
Unknown
BAB I : PENDAHULUAN
1.1 Estetika Karawitan
Estetika
berasal dari bahasa Yunani “aisthetika” artinya hal-hal yang dapat ditangkap
oleh panca indera. Pengertian estetika sebagai filsafat, hakekatnya telah
menempatkan pada satu titik dikotomis antara realitas dan abstraksi, dan juga
antara keindahan dan makna. Estetika
tidak lagi menyimak keindahan dalam pengertian konfensional, melainkan telah
bergeser kesebuah wacana dan fenomena. Estetika karya seni modern jika dipahami
melalui pemahaman filsafat seni yang merujuk pada konsep-konsep keindahan jaman
Yunani (abad pertengahan), akan mengalami penciutan atau pembunuhan preseptual,
karena estetika bukan hanya simbolisasi dan makna, melainkan juga daya.
Estetika
karawitan dapat kita lihat dari aspek ide yang terkandung didalamnya, bentuk
penyajiannya, penampilan yang ditunjukkan, keselarasan dan keserasian bunyinya.
Jadi, dapat dikatakan bahwa estetika karawitan sangat penting ada dalam suatu
seni karawitan untuk menunjang segala yang ada didalamnya.
2.1 Pengertian Karawitan
Karawitan
berasal dari bahasa jawa rawit berarti rumit, berbelit – belit, tetapi rawit
juga bararti halus, cantik, berliku-liku, indah dan enak. Kata jawa karawitan
khususnya dipakai untuk mengacu kepada musik gamelan, musik Indonesia yang
bersistem nada nondiatonis ( dalam laras slendro dan pelog ) yang
garapan-garapannya menggunakan sistem notasi, warna suara, ritme, memiliki
fungsi, pathet dan aturan garap dalam bentuk sajian instrumental, vokal dan
campuran yang indah didengar.
3.1 Macam-Macam Karawitan
a. Kerawitan vocal adalah
music yang mempergunakan suara manusia sebagai sumber bunyi.
Contohnya: Sekar
Rare , Sekar Alit/ Tembang Macepat , Sekar Madya , dan Sekar Agung.
b. Karawitan
instrumental (gamelan) adalah karawitan yang dihasilkan dari beberapa alat/
satu alat.
Contohnya: Golongan Tua , Golongan Madya ,dan Golongan Baru
c. Karawitan vocal instrumental adalah karawitan dimana terdapat
unsur gabungan antara suara manusia
dengan alat musik. Contohnya: Gegitan
BAB
II : ISI
1.1 Komposisi Karawitan
Komposisi berasal dai kata "Komponieren" yang digunakan oleh
pujangga Jerman yaitu Johann
Wolfgang Goethe (1749-1832) untuk
menadai cara-cara menggubah (komponier-ern) musik pada abad-abad sebelumnya
(abad 15-17), dimana suara atau lagu utama akan diikuti oleh susunan
suara-suara lainnya yang dikoordinasikan, ditata, atau dirangkai di bawah lagu
utama yang disebut cantus. Komposisi dapat dikatakan sebagai suatu
potongan nada atau musik yang dibuat oleh komponis untuk menghasilkan nada atau
suara yang indah. Dengan memadukan bentuk musik, harmoni, orkestrasi, nada
pengiring, dan segala hal tentang alat musik dan bagaimana
menulisnya dengan baik agar menghasilkan suara merdu.
a. Klasik adalah sebuah karya karawitan baik vocal maupun
instrumental yang telah memiliki pakem (suatu aturan dalam karawitan / hukum
lagu) atau yang sangat ketat baik menyangkut struktur / jajar pageh maupun pola-pola melody dan ritme. Contohnya : tabuh gilak,
tabuh lelambatan, tabuh 3, tabuh 4, tabuh 5, tabuh 6, tabuh 8.
b. Kreasi adalah karya musik yang masih memegang aturan
secara klasik sehingga nuansa tradisinya sangat kental dan tidak terlalu keluar dari kaidah klasik. Contohnya : tabuh kreasi..
c. Modern adalah sebuah karya music yang mencerminkan sebuah peradaban baru yang fenomenanya
c. Modern adalah sebuah karya music yang mencerminkan sebuah peradaban baru yang fenomenanya
kekinian dan tidak terlalu terikat oleh kaidah-kaidah tradisi/ klasik. Contohnya : Band
, Marcing Band
dan Music Dance.
d. Kontemporer adalah sebuah karya music yang mengutamakan kebebasan baik menyangkut konsep,
d. Kontemporer adalah sebuah karya music yang mengutamakan kebebasan baik menyangkut konsep,
teknis, maupun penyajian termasuk pemakaian alat-alat yang notabena bukan tergolong
alat musik.
Contohnya : penggunaan sapu lidi, penggunaan alat-alat dapur
(panci), penggunaan botol bekas yang
kemudian dikemas dalam bentuk musik yang
harmonis dan indah.
2.1 Dasar Keindahan Sebuah Komposisi
a) Ide merupakan
sesuatu yang sangat penting dalam proses kehidupan manusia. Ide yang
cemerlang selalu dibutuhkan saat kita sedang mencari solusi dalam memecahkan
masalah. Apapun jenis kegiatan, pekerjaan, usaha manusia untuk kelangsungan
hidupnya tidak pernah terlepas dengan istilah Ide.
b) Bentuk merupakan
penerapan dari ide yang telah ditentukan dimana terdapat pokok permasalahan
dalam karya komposisi serta mencerminkan isi dari karya tersebut.
c) Penampilan
merupakan aspek pendukung dari penyajian sebuah karya seni termasuk karya
komposisi dimana keindahannya dapat dirasakan.
3.1 Keindahan Komposisi
Keindahan komposisi
suatu gamelan ditentukan oleh :
· Faktor-faktor
komposisi atau struktur dipengaruhi oleh struktur, penonjolan, media, metode
dari keempat itu terbentuklah gending.
· Suara dan laras
gamelan, ada (2) laras yang digunakan dalam membuat atau memainkan suatu musik
yaitu laras pelog dan laras selendro.
· Tata cara menyuarakan
gamelan.
·
Keterampilan
pemain.
·
Penjiwaan pemain
gending.
·
Pengaturan
ornamen-ornamen.
·
Kekompakan dan
keharmonisan.
4.1
Pengertian Gilak
Gilak adalah suatu komposisi yang memiliki ukuran lagu pendek yang
terdiri atas 8-32 ketukan dalam suatu gong atau satu putararan melody. Dalam
membuat komposisi gilak yang terdiri dari lebih dari satu baris yang biasanya 4
baris diusahakan memiliki motif yang berbeda.
BAB III : PENUTUP
KESIMPULAN :
Dapat
dikatakan bahwa estetika karawitan sangat penting ada dalam suatu seni
karawitan untuk menunjang segala yang ada didalamnya. Karawitan adalah seni music
tradisi yang mempergunakan suara manusia dan alat music sebagai sumber bunyinya. Komposisi karawitan dapat dikatakan
sebagai suatu potongan nada atau musik yang dibuat oleh komponis untuk
menghasilkan nada atau suara yang indah. Dengan memadukan bentuk musik, harmoni, orkestrasi, nada
pengiring, dan segala hal tentang alat musik dan bagaimana
menulisnya dengan baik agar menghasilkan suara merdu.
Langganan:
Postingan (Atom)